Kamis, 30 April 2015

Pengalaman Dalam Mengambil Keputusan

#TULISAN2 TEORI ORGANISASI UMUM 2

Setiap orang pasti pernah berada di dalam sebuah kelompok dengan tujuan yang sama, termasuk juga Anda. Ceritakanlah pengalaman Anda berada di dalam suatu kelompok, entah itu kelompok belajar atau bekerja, dan keputusan apa yang pernah Anda ambil untuk kelangsungan kelompok tersebut!

     Ya, termasuk juga saya pernah berada di dalam suatu kelompok organisasi. Saya beragama Kristen, dan sampai saat ini saya masih menjabat sebagai Wakil Ketua P3MI GMI Getsemani Depok untuk periode 2014-2016. P3MI adalah nama organisasi pemuda di dalam Gereja saya.
     Posisi sebagai Wakil Ketua membuat saya sangat banyak mengambil keputusan untuk kepentingan bersama kedepannya. Disaat Ketua berhalangan hadir, tentu Wakil Ketua harus membantu menutup semua tugas Ketua, termasuk dalam mengambil keputusan terakhir.
     Ada saat dimana saya menjadi penting, sangat penting. Saat itu sudah dijadwalkan akan diadakan Minggu P3MI, yang artinya adalah semua pelayan di Gereja kami adalah para pemuda. Saat itu Ketua kami berhalangan hadir, maka acara tersebut dipimpin langsung oleh saya sebagai Wakil Ketua. Rapat pun saya pimpin langsung, keputusan yang saya ambil antara lain tanggal pelaksanaan, anggaran untuk acara, dan Pendeta yang membawakan khotbah. Tentu banyak usul, saran, kritik dan pendapat sampai akhirnya saya memutuskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut akhir bulan Oktober 2014 dengan anggaran sekian harus cukup untuk memenuhi konsumsi dan perlengkapan keperluan ibadah. Lalu pada akhirnya kami memutuskan Pendeta yang akan membawakan Khotbah. Karena saya yang mengambil keputusan, saya juga harus bertanggung jawab dengan keputusan tersebut karena berani mengambil keputusan, berani bertanggung jawab.
     Rasa kecewa tentu ada, antara lain ketidakhadiran sosok Ketua kami yang sesungguhnya. Karena jika tanpa “kepala”, bagian “tubuh” lainnya hanya menjadi tulang belulang belaka, sia-sia. Tetapi pada akhirnya kami dapat melaksanakan kegiatan kami dengan cukup baik walaupun masalah utama sudah saya sebutkan di awal paragraph.

Kesimpulan yang saya dapatkan, belajarlah menjadi seseorang yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan, seseorang yang menentukan dan mempengaruhi secara positif. Karena jika dalam kondisi darurat, jika bukan kita, siapa lagi?

“Berani mengambil keputusan,

                          berani bertanggung jawab”


sumber:
pengalaman pribadi penulis

Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

  #TUGAS2 TEORI ORGANISASI UMUM 2
  Nomor 2

  2.     Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan!

Menurut sumber:

1.     Posisi/ kedudukan
Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut.
Ø  Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
Ø  Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.

2.    Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.

3.    Situasi
Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
Faktor-faktor itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut.
·         Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.
·         Faktor-faktor yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.

4.    Kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.

5.    Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.


Menurut saya, perihal pengambilan keputusan ini sangat sangat penting bagi kelangsungan suatu organisasi. Ada beberapa poin yang saya simpulkan menjadi faktor pengambil keputusan, antara lain:

1.     Jabatan
Posisi jabatan sangat krusial dalam suatu organisasi. Disaat Ketua berbeda pendapat dengan pengurus yang lain, disaat banyak masalah menerpa badan organisasi, disaat itu juga suatu kepengurusan harus berunding dan mengadakan rapat. Jabatan ketua inilah yang harusnya sabar dan berhikmat untuk mengambil keputusan. Jika keputusan hanya diambil oleh 1 pihak, organisasi tersebut pun akan merasa “terpaksa” dalam menjalankan kegiatannya.

2.    Perkembangan Jaman
Teknologi semakin up-to-date, semua pekerjaan, hiburan, bahkan pendidikan pun menggunakan jaringan internet. Suatu organisasi dan kegiatannya akan “mati” jika tidak diketahui orang, salah satu caranya adalah promosi dengan komputer dan internet. Tentu marketing akan menjadi lebih mudah dan biaya yang dikeluarkan pun lebih murah. Wajib hukumnya untuk suatu organisasi mengikuti perkembangan jaman demi kelangsungan organisasi ke depannya.

3.    Tujuan
     Satu lagi menurut saya yang menjadi faktor penting dalam hal pengambil keputusan. Tujuan. Kegiatan tanpa tujuan adalah kegiatan yang hampa dan tanpa kepastian. Jika satu target sudah ditentukan, maka kejarlah target itu dengan cara yang sudah ditentukan bersama. Egois, nonaktif, dan urusan pribadi adalah kendala dan masalah yang sangat umum dalam hal ini.

sumber:

Jenis Keputusan Dalam Organisasi

#TUGAS2 TEORI ORGANISASI UMUM 2
Nomor 1

1.     Sebutkan jenis – jenis keputusan di dalam organisasi!

Menurut sumber:

1.     Keputusan Pribadi
Keputusan pribadi merupakan keputusan yang diambil untuk kepentingan diri sendiri dan dilakukan secara perorangan.
2.    Keputusan bersama merupakan keputusan yang diambil bedasarkan
kesepakatan bersama dan untuk kepentingan bersama. Keputusan bersama tidak boleh menguntungkan satu pihak dengan merugikan pihak lain.


Menurut saya, keputusan di dalam organisasi itu tidak bisa diambil secara pribadi, melainkan harus secara musyawarah, diskusi, rapat, ataupun perundingan karena suatu organisasi melibatkan banyak pihak seperti panitia atau pengurus organisasi tersebut yang pastinya lebih dari 1 orang. Ada beberapa hal yang hanya menjadi keputusan para petinggi pengurus seperti Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara yang tentu harus dirundingkan dengan sesama petinggi pengurus. Jadi jenis keputusan di dalam organisasi menurut saya dibagi 2 yaitu:

1.     Keputusan Internal
     Keputusan Internal disini maksud saya adalah keputusan yang melibatkan panitia ataupun pengurus dari organisasi, keputusan yang menghasilkan kepentingan untuk organisasi, contohnya pemilihan pengurus baru, menyusun program kerja, serta kebijakan – kebijakan lainnya.
2.    Keputusan Eksternal
     Keputusan Eksternal disini maksud saya adalah keputusan yang melibatkan pihak diluar dari organisasi, seperti sponsor, perizinan, bahkan masyarakat. Keputusan antara organisasi dan eksternal-lah yang mendukung dan menopang pelaksanaan kegiatan dari organisasi tersebut, contohnya jika tidak ada sponsor maka dipastikan keuangan dan promosi dari kegiatan akan berkurang karena pihak sponsor sangat berperan penting disana.

sumber:

Senin, 30 Maret 2015

Komunikasi yang Efektif

#TULISAN1 TEORI ORGANISASI UMUM 2

Komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, namun sayangnya tidak semua manusia dapat berkomunikasi dengan efektif. Bagaimana caranya sehingga manusia dapat mencapai komunikasi yang efektif?

Sangat benar komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, menurut saya pengertian komunikasi itu sendiri adalah dua orang atau lebih yang saling berhubungan dan ada saling timbal balik menjawab, membalas, atau menanggapi antara satu dengan yang lainnya.
Komunikasi yang efektif menurut saya pribadi adalah komunikasi yang cepat, tepat, berbalas, terarah, dan mempunyai tujuan. Saya coba menambahkan beberapa cara untuk mewujudkan komunikasi yang efektif menurut sumber, diantaranya:
1.     Pendengar yang Baik
Ø  Mendengarkan adalah kunci utama dalam berkomunikasi. Jika kita tidak mendengarkan apa kata lawan komunikasi kita secara langsung, maka yang terjadi adalah kita tidak akan “nyambung” dengan lawan komunikasi kita dan pembicaraan pun akan sia-sia. Tidak hanya disitu saja dampaknya, lawan bicara kita juga akan merasa tersinggung karena kata-katanya tidak didengarkan.
2.    Tanggapan
Ø  Anda mendengar tapi tidak menanggapi? Bersiaplah komunikasi anda berubah menjadi tidak kondusif lagi karena hanya ada obrolan searah diantara kalian. Cobalah untuk menanggapi obrolan agar komunikasi tetap terjaga. Tetapi harus hati-hati juga jangan sampai terlalu sering sampai anda mendapat saat yang pas untuk menanggapi.
3.    Mengerti
Ø  Poin yang satu ini sepertinya sangat penting dalam berkomunikasi. Tentu untuk mengerti hal yang sedang dikomunikasikan, anda harus membuka pikiran anda lebih jauh dengan lawan komunikasi anda. Anda harus “terjun” ke dalam pembicaraan atau komunikasi yang sedang berjalan. Jika mengerti, maka kelanjutan komunikasi pun akan menjadi terarah dan mempunyai tujuan.
4.    Percaya Diri
Ø  Tentu tidak akan berpengaruh jika berkomunikasi melalui perantara, tapi bagaimana jika langsung? Jika lawan bicara anda mengetahui anda gugup maka akan timbul pertanyaan apakah anda sakit, tidak nyaman, atau bagaimana? Lawan bicara anda pun akan heran dan akan segera mengakhiri komunikasi. Tidak hanya membangun percaya dari diri sendiri, kita juga harus mulai percaya pada lawan komunikasi kita agar terjalin komunikasi yang tepat dan “nyambung”. Komunikasi yang efektif berdasar pada saling percaya dan pemahaman yang baik.
5.    Bahasa Tubuh
Ø  Jika percaya diri sudah didapatkan, maka pasti bagian tubuh anda akan otomatis bergerak mengikuti “keseruan” dari komunikasi yang telah dibangun. Dengan semakin paham dan jelasnya, serta ditambah bahasa tubuh yang tepat maka komunikasi yang efektif akan terwujud dengan dilakukannya hasil akhir dari komunikasi tersebut, yaitu tujuan.

Kesimpulan yang saya dapatkan, inti dari komunikasi yang efektif yaitu menyimak dan menanggapi dengan terarah dan mempunyai tujuan. Menurut sumber, menyimak adalah mendengarkan, mengidentifikasi, menangkap isi, mengenal, memahami, menghayati, mengapresiasi, dan menginterpretasi komunikasi itu sendiri.

"Komunikasi yang efektif berdasar pada saling percaya dan pemahaman yang baik"

Sumber:
http://www.bijakkata.com/2014/02/Kumpulan-Kata-Mutiara-Bijak-teknik-Cara-Komunikasi-yang-Efektif.html
https://ariefulmunir.wordpress.com/2012/12/11/pengertian-menyimak-dari-beberapa-ahli-bahasa/

Jenis dan Proses dari Komunikasi

#TUGAS1 TEORI ORGANISASI UMUM 2
Nomor 2

2.     Sebutkan jenis dan proses dari komunikasi!

Jenis2 komunikasi 
Menurut sumber:
1)   Komunikasi Lisan
          Komunikasi dapat terjadi baik secara langsung maupun tak langsung yang dibatasi oleh jarak dan waktu. Jarak dan waktu sangat mempengaruhi efisiensi dan efektifitas komunikasi. Komunikasi lisan bertujuan agar informasi yang disampaikan oleh si penyampai informasi (berita) dapat diterima dan dipahami oleh si penerima berita. Teknologi Komunikasi Lisan adalah berkomunikasi dengan menggunakan alat yang menghasilkan suara berbahasa lisan di antaranya telepon.   Komunikasi lisan langsung artinya komunikasi terjadi antara pemberi informasi langsung ke penerima informasi tanpa melalui perantara baik orang atau alat. Komunikasi langsung mem-punyai kelebihan dan kekurangan. 
2)   Komuniasi Tulis            
Komunikasi tulis di-sampaikan secara tak langsung, contoh yang paling kita kenal adalah surat kabar atau koran, majalah, artikel, dan lain-lain. Teknologi komunikasi tulis adalah berkomunikasi yang menggunakan tulisan, huruf, atau gambar. Melalui tulisan, Anda dapat mengkomuikasikan ide, gagasan, pesan dan informasi lainnya, contohnya surat menyurat.
3)  Komunikasi Isyarat            
Komunikasi isyarat adalah komunikasi dengan mengguna-kan kode-kode isyarat yang telah disepakati dan dimengerti oleh kedua belah pihak baik yang memberi maupun yang menerima informasi. Salah satu kode yang umum digunakan adalah kode Morse. Komunikasi dapat di-lakukan melalui media lambang, simbol atau gambar. Model komunikasi ini dapat kita temukan di antaranya di pinggir jalan atau tempat-tempat tertentu yang kita kenal dengan istilah rambu-rambu.

Menurut saya:
Jenis – jenis komunikasi ada 3, yaitu:
1.     Komunikasi Lisan
Lisan berarti langsung, yaitu komunikasi langsung atau berbicara. Dua orang atau lebih yang berbicara secara langsung, dan yang lainnya mendengar dan menanggapinya. Semakin canggih perkembangan zaman memungkinkan komunikasi lisan tidak harus selalu mempertemukan manusia yang akan berkomunikasi. Telepon, pesan suara (voice note), pesan video (voice call) adalah beberapa perantara manusia dapat berkomunikasi lisan tanpa harus bertemu dengan lawan komunikasinya.

2.    Komunikasi Tulisan
Adalah komunikasi melalui tulisan, huruf, gambar,ataupun simbol. Sejak jaman dahulu komunikasi tulisan sangat diperlukan untuk memberi kabar keluarga atau kerabat yang jauh seperti telegram, fax, dan surat. Perkembangan zaman yang semakin canggih ternyata tidak mengubur komunikasi secara tulisan ini. Surat elektronik (e-mail), pesan singkat (SMS), media sosial atapun aplikasi obrolan yang menggunakan jaringan internet masih mengedepankan tulisan walaupun komunikasi melalui gambar dan suara juga sudah disediakan melalui aplikasi tersebut.

3.    Komunikasi Isyarat
Komunikasi isyarat biasa digunakan jika suatu hal rahasia yang hanya boleh diketahui oleh orang yang dituju, ataupun orang yang dituju dapat terlihat tetapi tidak dapat mendengar suara atau tidak dapat berpindah ke tempat lain. Biasanya komunikasi dilakukan dengan menggerakan tangan, kaki, ataupun anggota tubuh lainnya untuk menyampaikan hal yang ingin disampaikan kepada orang tersebut.

Proses Komunikasi
Menurut sumber:
· Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
·    Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.
· Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.

Ø  Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
Ø  Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

Menurut saya, proses komunikasi adalah bagaimana komunikasi itu disampaikan, dilakukan, bagaimana, dan dengan cara apa. Seperti saat ini media internet sangat berpengaruh dalam menyampaikan komunikasi antara satu pihak dengan pihak yang lainnya seperti obrolan (chatting), media sosial, bahkan saat ini ada proses telepon yang menggunakan media internet. Tetapi tetap saja komunikasi langsung menjadi yang terbaik karena kita dapat langsung berbicara dan berinteraksi.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi#Proses_komunikasi
http://brainly.co.id/tugas/460966

Pengertian dan Arti Penting Komunikasi

#TUGAS1 TEORI ORGANISASI UMUM 2
Nomor 1

1.     Jelaskan pengertian dan arti penting dari komunikasi!

Pengertian Komunikasi
Menurut sumber 
Pengertian dari komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

Menurut saya, komunikasi adalah dua orang atau lebih yang saling berhubungan dan ada saling timbal balik menjawab, membalas, atau menanggapi antara satu dengan yang lainnya.

Arti Penting Komunikasi
Menurut sumber: 
Komunikasi bukan cuma terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait juga dalam menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata, gesture tubuh, serta mungkin intonasi.

Komunikasi itu penting, semua orang tahu, karena ini merupakan basic instinct dari setiap makhluk hidup. Setiap makhluk punya cara komunikasi masing-masing, setiap manusia pun tak lepas dari cara dia melakukan komunikasi. Kita tak bisa membeda-bedakan bahasa, suku, adat, kebiasaan, tradisi maupun agama karena pada dasarnya berkomunikasi, menyampaikan pesan itu asal dilakukan dengan baik dan benar, serta dalam keadaan saling terbuka, fikiran jernih tanpa sentimen dan perasaan negatif, pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima.

Menurut saya, arti penting komunikasi sangatlah penting. Jika tidak ada komunikasi, manusia tidak akan dapat hidup karena akan hidup secara sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya, seperti contohnya sebuah keluarga tanpa komunikasi di kehidupan sehari-harinya. Anaknya terkena dampak paling buruk dimana dia bisa saja tidak pernah bicara dengan orang lain, malu, tidak percaya diri, tentu saja sangat negatif untuk masa depan kehidupannya kelak.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
https://irhamnurhalim.wordpress.com/2012/11/01/arti-penting-komunikasi/

Kamis, 22 Januari 2015

Contoh Kasus & Ulasan Teori

#TUGAS4 TEORI ORGANISASI UMUM 1

Contoh Kasus & Ulasan Teori

1.   Kerjakan kasus yang diberikan! (pilih salah satu kasus)

Kasus 5 : “Kehilangan Kursi”
Sebuah organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang mempekerjakan seorang manajer pabrik baru dengan maksud untuk mengurangi biaya-biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki produktivitas karyawan. Pekerjaan adalah melelahkan dan kondisi-kondisi pekerjaan sangat tidak menyenangkan. Ini terutama disebabkan ole panas dan debu yang ditimbulkan oleh proses produksi. Hari kerja dibagi menjadi 3 shift dimana lama waktu setiap shift adalah 8 jam, tanpa waktu makan yang ditetapkan secara eksplisit. Para karyawan biasanya membeli minuman dan makanan dari warung-warung di sekitar pabrik dan minum atau makan sambil bekerja. Teknisi keamanan pabrik mengemukakan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk pengangkut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang memerlukan dan membeli minuman dan makanan. Manajer baru mengambil keputusan untuk membangun sebuah cafetaria untuk mengurangi bahaya keamanan ini dan untuk memberikan kepada para karyawan suatu tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.
          Setelah bangunan diselesaikan, para karyawan mulai makan di cafetaria seperti yang diharapkan. Bagaimanapun juga, meninggalkan lokasi pekerjaan menunjukkan secara implisit adanya periode istirahat untuk makan bagi para karyawan. Waktu yang dihabiskan para karyawan untuk keperluan tersebut tentunya naik secara menyolok dan sebagai akibatnya terjadi penurunan produktivitas . Manajer pabrik kemudian memutuskan bahwa untuk menghindari para karyawan mondar-mandir ke cafeteria, dia akan memindahkan kursi-kursi. Para karyawan marah karena “kenyamanan” yang selama ini mereka rasakan telah diambil. Konsultan pengembangan organisasi (organization development), setelah diperkenalkan, memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafeteria. Mereka sesungguhnya menginginkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengangkut barang.

Pertanyaan:
Apa kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan tersebut? Jelaskan!


Jawaban:
Menurut saya kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan contoh kasus diatas adalah manajer baru yang kurang terjun ke dalam masalah yang dialami oleh karyawannya. Manajer tersebut hanya melihat secara kasar suatu masalah tidak secara detail dan terperinci. Selain itu suatu keputusan harus dirapatkan dan dikaji terlebih dahulu dengan staff juga dengan karyawan, jika karyawan mengungkapkan masalah dan ketidaknyamanan di tempat kerja dengan musyawarah bersama manajer pasti suatu keputusan yang tepat akan tercapai.
Solusinya menurut saya, dengan membuat waktu istirahat selama diluar 1 jam. Dengan begitu para karyawan dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat dan makan-minum, tentu kegiatan tersebut dilakukan diluar ruangan kerja atau diluar kantor sehingga menghindari makan dan bekerja bersamaan dan tidak mengganggu berkas dan peralatan yang digunakan untuk bekerja. Cafetaria tetap dipertahankan dan membuat suatu area untuk berjualan para pedagang kaki lima di lingkungan sekitar kantor agar para karyawan tetap bisa makan dan minum serta para pedagang tidak kehilangan pelanggan. Untuk jalan bagi truk barang harus diperbaiki dan dilebarkan minimal 2 truk bisa lewat dan jalannya juga harus bagus.

2.  Berikan ulasan Teori (komunikasi perubahan organisasi – kepemimpinan yang sesuai dengan kasus)

Faktor Intern ( Faktor Didalam Organisasi )
Faktor Intern adalah faktor yang terjadi di dalam sebuah organisasi tersebut,contohnya itu seperti : faktor anggaran dalam organisasi itu, jadi yang menyebabkan perubahan dalam organisasi tersebut karena faktor anggaran adalah sistem atau kinerja dalam organisasi tersebut, misalnya anggaran yang lama tidak memiliki suatu peningkatan atau hanya disitu – situ saja, tetapi setelah adanya perubahan sistem anggaran yang baru dalam organisasi tersebut, anggaran organisasi tersebut menjadi meningkat dan manajemen keungannya juga bagus, itulah salah satu contoh perubahan intern dalam organisasi.

Ada beberapa langkah untuk memenuhi tujuan organisasi tersebut yaitu :

1.     Mengadakan Pengkajian
Maksudnya adalah dalam organisasi tersebut diadakan suatu pengkajian atau proses penindak lanjutan kegiatan – kegiatan atau cara – cara apa saja dalam organisasi tersebut, misalnya diadakan pengkajian setiap sebulan sekali dalam organisasi tersebut agar organisasi tersebut itu update dengan info- info yang dapat menunjang kemajuan dan tujuan dari organisasi tersebut.
2.    Mengadakan Identifikasi
Maksudnya adalah melakukan penyelidikan atau pemeriksaan secara detail tentang permasalahan – permasalahan apa saja yang terjadi dalam organisasi tersebut, misalnya mengadakan identifikasi masalah kasus yang sedang terjadi dalam organisasi tersebut setiap seminggu sekali, langkah tersebut bertujuan agar dalam organisasi tersebut tahu bagaimana menyelesaikan masalah apa saja yang terjadi dalam organisasi tersebut.
3.    Menetapkan Perubahan
Maksudnya adalah menetapkan suatu perubahan yang baru atau bisa dikatakan sebuah sistem baru dalam organisasi tersebut,misalkan terjadi suatu perubahan sistem dalam organisasi tersebut dari sistem yang lama dengan sistem yang baru dan apabila dilihat dari kinerjanya sistem baru tersebut memang bagus dan berkembang dari sistem yang lama, maka perubahan sistem tersebut harus ditetapkan dan meninggalkan sistem yang lama.
4.    Menentukan Strategi
Maksudnya adalah sebelum melangkah dan memutuskan pilihan dalam suatu organisasi tersebut, harus ditentukan dulu matang – matang atau difikirkan terlebih dahulu kira – kira strategi apa yang dapat memajukan sebuah organisasi tersebut.
5.    Melakukan Evaluasi
Maksudnya adalah melakukan suatu perubahan – perubahan sikap dalam organisasi tersebut,misalnya kita cari dulu apa yang salah dalam organisasi tersebut dan solusi apa yang dapat menyelesaikan masalah tersebut lalu kita benarkan kesalahan – kesalahan tersebut dan tidak akan mengulanginya lagi,itulah yang disebut mengevaluasi atau bisa dikatakan melakukan sebuah perubahan atau perbaikan dalam organisasi tersebut,dengan sering kita mengevaluasi dalam organisasi tersebut, maka organisasi tersebut menjadi bersikap hati – hati dan teliti dalam setiap bertindak melakukan sesuatu yang berdampak langsung dalam organisasi tersebut.

Proses terjadinya suatu perubahan di dalam organisasi meliputi enam tahap, hal ini diungkapkan oleh L.C. Megginson, Donald C.M. dan Paul H.P.,Jr. seperti dikutip oleh T.Hani Handoko.
Adapun tahap-tahap tersebuat adalah sebagai berikut:
1)  Tekanan dan Desakan.
Pada tahap ini manajemen tingkat atas mulai merasakan adanya masalah, tekanan, desakan dan kebutuhan akan suatu perubahan. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan produktivitas, volume penjualan dan laba, perputaran tenaga kerja tinggi dan kalahnya persaingan produk dipasaran, dan sebagainya.
2)      Intervensi dan Reorientasi.
Setelah merasakan adanya tekanan dan desakan, para manajer mulai mencoba berusaha menyelesaikannya dengan mencari dan menentukan serta merumuskan permasalahan, untuk itu mereka biasanya menyewa seseorang atau beberapa konsultan atau bisa juga pihak internal (karyawan perusahaan) sebagai pengantar perubahan.
3)      Diagnosa dan Pengenalan Masalah.
Pada tahap ini pengantar perubahan mulai mengumpulkan berbagai informasi (data), kemudian menganalisanya. Masalah yang paling penting dikenali dan diperhatikan untuk dipecahkan.
4)      Penemuan dan Komitmen penyelesaian
Pada tahap ke empat ini, pengantar perubahan dan merangsang pemikiran, kreAtivitas serta mulai meninggalkan “metode-metode kerja lama”, menggantinya dengan mtode-metode baru yang lebih afektif. Begitu juga untuk penyesuaian dibuatlah rencana program-program latihan, keterampilan, peningkatan wawasan, dll.
5)      Percobaan dan Pencarian Hasil.
Setelah alternatif terbaik untuk penyelesaian ditemukan dan dikembangkan, selanjutnya diadakan percobaan penerapannya untuk diketahui hasilnya.
6)      Penguatan dan Penerimaan.
Pada tahap ini, setelah penerapan program-program kegiatan dalam rangka penyesuaian dengan perubahan ataupun pengembangannya telah berhasil dan sesuai dengan keinginan, maka kegiatan untuk perubahan tersebut diusahakan harus diterima oleh para karyawan dan menjadi penguat yang dapat mengikat semua karyawan pada perubahan.

Salah satu tipe kepemimpinan yang sesuai dengan kasus
Tipe Paternalistis
·         Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
·         Bersikap terlalu melindungi
·         Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif
·         Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya
·         Sering bersikap maha tahu

Teori Kepemimpinan
Teori Perilaku
(Behavior Theory)

Teori perilaku disebut juga dengan teori sosial dan merupakan sanggahan terhadap teori genetis. Pemimpin itu harus disiapkan, dididik dan dibentuk tidak dilahirkan begitu saja (leaders are made, not born). Setiap orang bisa menjadi pemimpin, melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta dorongan oleh kemauan sendiri. Teori ini tidak menekankan pada sifat-sifat atau kualitas yang harus dimiliki seorang pemimpin tetapi memusatkan pada bagaimana cara aktual pemimpin berperilaku dalam mempengaruhi orang lain dan hal ini dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan masing-masing. Dasar pemikiran pada teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Teori ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, dan bukan dari sifat-sifat (traits) soerang pemimpin. Alasannya sifat seseorang relatif sukar untuk diidentifikasikan.
Beberapa pandangan para ahli, antara lain James Owen (1973) berkeyakinan bahwa  perilaku dapat dipelajari. Hal ini berarti bahwa orang yang dilatih dalam perilaku kepemimpinan yang tepat akan dapat memimpin secara efektif. Namun demikian hasil  penelitian telah membuktikan bahwa perilaku kepemimpinan yang cocok dalam satu situasi  belum tentu sesuai dengan situasi yang lain. Akan tetapi, perilaku kepemimpinan ini keefektifannya bergantung pada banyak variabel. Robert F. Bales (Stoner, 1986) mengemukakan hasil pemelitian, bahwa kebanyakan kelompok yang efektif mempunyai  bentuk kepemimpinan terbagi (shared leadership), seumpama satu oramg menjalankan fungsi tugas dan anggota lainnya melaksanakan fungsi sosial. Pembagian fungsi ini karena perhatian seseorang akan terfokus pada satu peran dan mengorbankan peran lainnya. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku :
1.     Konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri-ciri ramah tamah, mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Disamping itu, terdapat kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas orientasi.
2.    Berorientasi kepada bawahan dan produksi
Perilaku pemimpin yang berorientasi yang berorientasi kepada bawahannya ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin  pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan.
 Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi  pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,  pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahannya. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap seorang pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil atau tugas dan terhadap bawahan atau hubungan kerja. JAF.Stoner mengungkapkan bahwa kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan. Selain itu,  pada teori ini seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin memiliki  perhatian yang tinggi terhadap bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga.
Bagaimana seorang pemimpin berperilaku akan dipengaruhi oleh latar belakang  pengetahuan, nilai-nilai, dan pengalaman mereka (kekuatan pada diri pemimpin). Sebagai contoh, pimpinan yang yakin bahwa kebutuhan perorangan harus dinomorduakan daripada kebutuhan organisasi, mungkin akan mengambil peran yang sangat direktif (peran perintah) dalam kegiatan para bawahannya.

 Kekurangan :
 Teori Kepemimpinan Perilaku belum dilengkapi deangan suatu faktor, yakni  penyesuaian terhadap situasi dan kondisi. Karena situasi dan kondisi tidak akan sama dan selalu ada cara kepemimpinan yang berbeda untuk menangani situasi dan kondisi yang berbeda.
 Kelebihan :  

Teori ini mampu mematahkan teori sebelum-sebelumnya tentang bagaimana terbentuknya sebuah jiwa kepemimpin yang berasal dari cara pembelajaran, observasi, dan pengalaman.

sumber:
https://www.google.com/
http://kanissaputri.blogspot.com/2013/11/faktok-faktor-perubahan-organisasi.html
http://biruteknologi.blogspot.com/2014/01/proses-perubahan-organisasi.html
http://www.cicikresticonsultant.com/tipe-kepemimpinan/
https://www.academia.edu/9445834/Teori_Kepemimpinan